TVRINews, Palembang
Minat masyarakat Kota Palembang terhadap kendaraan listrik terus menunjukkan tren positif. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mulai beralih menggunakan motor listrik sebagai moda transportasi harian.
Salah satu dealer motor listrik di Kota Palembang, Indomobil E Motor yang berlokasi di Jalan Demang Lebar Daun, mengaku mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan sepanjang tahun ini.
Head Supervisor Indomobil E Motor Palembang, Yuni, mengatakan meski dealer tersebut baru beroperasi sejak 2025, respons masyarakat terhadap motor listrik terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan.
"Penjualannya terus mengalami peningkatan. Pada Juli ini saja kami berhasil menjual sekitar 40 unit motor listrik. Minat masyarakat semakin tinggi, terutama setelah adanya kenaikan harga BBM karena banyak yang mulai mempertimbangkan kendaraan yang lebih hemat biaya operasional," ujar Yuni.
Menurutnya, harga motor listrik yang dipasarkan berkisar antara Rp20 juta hingga Rp27,9 juta, tergantung tipe dan spesifikasi kendaraan.
Yuni menjelaskan, meski harga motor listrik mengalami penyesuaian sejak April lalu, pihak dealer masih memberikan berbagai promo untuk menarik minat konsumen.
"Saat ini kami masih memberikan potongan harga mulai Rp500 ribu hingga Rp4 juta untuk beberapa tipe tertentu seperti Tyranno, Sprinto, dan Adora. Harapannya masyarakat semakin tertarik beralih ke kendaraan listrik," katanya.
Ia optimistis tren penjualan motor listrik akan terus meningkat seiring semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi biaya transportasi dan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, salah seorang warga Palembang, Rakha, mengaku mulai tertarik membeli motor listrik karena dinilai lebih hemat dibandingkan menggunakan sepeda motor berbahan bakar minyak.
"Kalau dilihat dari biaya operasional tentu lebih hemat karena tidak perlu membeli BBM setiap hari. Saya memang tertarik membeli motor listrik, hanya saja masih ingin mengetahui bagaimana daya tahannya jika dibandingkan dengan motor konvensional," ungkap Rakha.
Pemerintah Indonesia sendiri terus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi nasional. Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak, menekan emisi gas rumah kaca, sekaligus memperkuat industri kendaraan listrik dalam negeri.
Sejumlah langkah telah ditempuh pemerintah untuk mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik, di antaranya melalui pemberian insentif pembelian kendaraan listrik, penggunaan kendaraan dinas berbasis listrik di instansi pemerintah, serta pengembangan produk dan industri kendaraan listrik nasional.
Dengan meningkatnya minat masyarakat dan dukungan kebijakan pemerintah, kendaraan listrik diperkirakan akan menjadi salah satu pilihan utama transportasi di masa mendatang, khususnya di Kota Palembang.









