TVRINews, Pesisir Selatan
Setelah tiga hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Jestra (10), bocah laki-laki yang terseret arus di Pantai Buayo Putiah, Taratak Surantiah, Kabupaten Pesisir Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Selasa sore, 12 Mei 2026.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan sekitar pukul 15.15 WIB. Titik penemuan berada pada koordinat 1°36'49.90"S - 100°38'17.19"T, atau berjarak sekitar 4,2 mil laut dari lokasi awal kejadian (LKP).
"Pada hari ketiga pencarian ini, tim di lapangan berhasil menemukan korban atas nama Jestra dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka," ujar Abdul Malik dalam keterangan resminya, Selasa, 12 Mei 2026.
Peristiwa nahas tersebut bermula pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, korban sedang berenang bersama teman-temannya di pintu muara Pantai Buayo Putiah sebelum akhirnya hanyut terbawa arus yang kuat.
Abdul Malik menjelaskan, operasi SAR hari ketiga melibatkan 2 unit SRU (Search and Rescue Unit) yang menyisir area seluas 4 mil laut atau sekitar 0,5 kilometer persegi. Sebanyak 96 personel gabungan diterjunkan, yang terdiri dari tim Basarnas, BPBD, Polsek Sutera, Koramil, pihak kecamatan, nagari, serta sekitar 60 orang masyarakat setempat.
Selama proses pencarian, tim di lapangan sempat mewaspadai keberadaan buaya muara yang menjadi salah satu faktor penghambat di lokasi kejadian. Namun, berkat koordinasi yang solid, operasi tetap berjalan lancar dengan dukungan cuaca yang cerah berawan.
"Dengan ditemukannya korban, maka pada pukul 16.20 WIB dilakukan debriefing bersama seluruh unsur yang terlibat. Operasi SAR resmi kami usulkan untuk ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih," tutur Abdul Malik.
Dalam operasi ini, Kantor SAR Padang mengerahkan berbagai peralatan pendukung, mulai dari Rescue Car Carrier, perahu LCR, peralatan SAR air, perlengkapan medis, hingga alat komunikasi guna memastikan percepatan penanganan (quick action).










