TVRINews, Musi Rawas
Kodim 0406 Lubuklinggau bergerak cepat memperbaiki Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Desa Campur Sari, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Jembatan yang menjadi akses penting bagi aktivitas warga tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial setelah mengalami kerusakan akibat dilintasi kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas.
Kerusakan diduga terjadi setelah sebuah truk tronton membawa alat berat jenis ekskavator melintasi jembatan dengan total beban sekitar 36 ton. Sementara itu, kapasitas jembatan perintis tersebut hanya sekitar 12 ton.
Komandan Kodim (Dandim) 0406 Lubuklinggau Letkol Inf Danny Steven Surbakti mengatakan, perbaikan langsung dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai kondisi jembatan.
“Alhamdulillah, mulai tanggal 26 kemarin, Sabtu, dan 27 hari ini, Koramil dan Kodim langsung gerak cepat melaksanakan perbaikan,” ujar Danny, Minggu (27/9/2026).
Menurut Danny, percepatan perbaikan dilakukan karena jembatan tersebut menjadi jalur vital bagi masyarakat Desa Campur Sari, terutama untuk menunjang mobilitas dan aktivitas perekonomian.
Ia menargetkan konstruksi jembatan dapat segera diperbaiki sehingga kembali aman dan bisa digunakan masyarakat.
“Kecepatan kita dalam memperbaiki konstruksi untuk kembali operasional jembatan itu harus segera kita realisasikan. Alhamdulillah, dalam dua hari ini perbaikan sedang kita laksanakan, sehingga ke depan cepat digunakan lagi oleh warga sekitar,” katanya.
Tronton Angkut Ekskavator 36 Ton
Danny menjelaskan, kendaraan tronton yang melintas membawa ekskavator tersebut diketahui memiliki total bobot sekitar 36 ton. Beban itu jauh melampaui batas kemampuan jembatan yang hanya dirancang untuk menahan sekitar 12 ton.
Padahal, rambu pembatasan tonase telah dipasang di sekitar akses masuk jembatan. Pengemudi kendaraan disebut telah mengakui tidak memperhatikan rambu tersebut karena terburu-buru menuju lokasi tujuan.
“Tanda pelanggaran maksimum tonase sudah kita pasang, tetapi pada saat itu yang bersangkutan mengakui terburu-buru ingin menuju ke SP 6 dari SP 2. Sehingga pengendara tronton tidak melihat rambu dan tidak mengikuti aturan,” ungkap Danny.
Akibat kendaraan bermuatan berat tersebut melintas, struktur utama jembatan mengalami keretakan dan membutuhkan penanganan.
Kodim 0406 Lubuklinggau sebelumnya juga telah membangun sejumlah jembatan perintis di wilayah Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Kota Lubuklinggau. Infrastruktur tersebut dibangun untuk membuka akses masyarakat di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan konektivitas.
Danny mengingatkan masyarakat agar turut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun untuk kepentingan bersama. Ia meminta kendaraan yang melintas menyesuaikan muatan dengan kemampuan jembatan dan mematuhi rambu yang telah dipasang.
“Fasilitas ini dibangun agar dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar dalam bertransportasi dan kegiatan sehari-hari. Mari kita jaga bersama agar usia pakainya lama,” pungkasnya.










