TVRINews, Musi Rawas
Kualitas udara di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan setelah data nasional Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencatat wilayah tersebut masuk dalam kategori "Sangat Tidak Sehat".
Berdasarkan data resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup/ Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, stasiun pemantauan setempat mencatat nilai ISPU menembus angka 206 dengan parameter kritis PM2.5.
Kondisi yang mengancam kesehatan publik ini memicu reaksi keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lubuklinggau. Melalui Wakil Sekretaris Umum Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD), Muhammad Ibnu Al-Kautsar, HMI secara terbuka mempertanyakan komitmen dan langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.

"Ketika data resmi menunjukkan angka ISPU 206, ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Kami mempertanyakan, apa respons konkret Pemkab Musi Rawas untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk polusi udara ini?" ujar Ibnu, dikutip Selasa, 6 Oktober 2026.
HMI menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup ini berkaitan erat dengan kualitas pembangunan daerah dan hak mendasar warga negara untuk mendapatkan udara yang bersih. Oleh karena itu, HMI mendorong pemerintah setempat untuk segera membuka informasi publik terkait penyebab utama melonjaknya angka ISPU dan sumber pencemaran yang teridentifikasi, meningkatkan frekuensi pemantauan kualitas udara secara berkala, memperkuat koordinasi antarinstansi untuk merumuskan langkah mitigasi dampak kesehatan bagi masyarakat.
HMI Cabang Lubuklinggau menyatakan akan terus mengawal isu ini demi memastikan arah pembangunan daerah tetap berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat.










