TVRINews, Banyuasin
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turun langsung meninjau kondisi jembatan penghubung di Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin.
Menggunakan sepeda motor, Herman Deru meninjau langsung kondisi akses yang menjadi salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.
Jembatan penghubung ini memiliki peran penting bagi aktivitas warga, termasuk mendukung kegiatan ekonomi di wilayah Kecamatan Muara Telang.
Herman Deru mengatakan terdapat 16 desa di Kecamatan Muara Telang yang sangat bergantung pada jalur penghubung dan sistem drainase utama atau SDU.
Kerusakan pada sejumlah jembatan pun berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat.
Menurut Herman Deru, penanganan infrastruktur tersebut membutuhkan koordinasi karena secara kewenangan jalur tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui balai terkait.
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, ia meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut.
“Kalau kita hanya menunggu anggaran pemerintah, tentu prosesnya membutuhkan waktu. Karena itu, untuk kondisi yang mendesak seperti ini kita perlu mencari solusi bersama melalui gotong royong,” ujar Herman Deru, dikutip, Minggu, 20 September 2026.
Gubernur Sumsel kemudian mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk mempercepat perbaikan.
Selain masyarakat dan pemerintah daerah, Herman Deru mengajak anggota legislatif serta sektor perbankan daerah, termasuk Bank Sumsel Babel, untuk ikut mendukung pembiayaan penanganan jembatan.
Dari empat titik jembatan darurat yang dinilai membutuhkan penanganan segera, dua titik kini menjadi prioritas untuk diperbaiki melalui kolaborasi dan swadaya.
Herman Deru menilai pola gotong royong menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menangani kebutuhan mendesak masyarakat sembari menunggu proses penanganan secara permanen sesuai kewenangan masing-masing.
“Yang kita dahulukan adalah titik yang paling mendesak dan paling banyak digunakan masyarakat. Kita gerakkan semua unsur yang bisa membantu agar akses warga tidak terus terganggu,” kata Herman Deru.
Ia juga meminta proses perbaikan dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan dan kebutuhan masyarakat yang menggunakan akses tersebut setiap hari.
Menurutnya, keberadaan jembatan bukan hanya menyangkut konektivitas antarwilayah, tetapi juga berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi warga.
“Jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat. Kalau aksesnya terganggu, aktivitas warga dan pergerakan ekonomi ikut terdampak. Karena itu, penanganannya harus kita percepat,” tegasnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap dua titik jembatan yang menjadi prioritas dapat segera dipulihkan.
Perbaikan tersebut diharapkan mampu membuka kembali akses mobilitas masyarakat di Kecamatan Muara Telang sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi di 16 desa yang bergantung pada jalur penghubung tersebut.










