TVRINews, Sumatera Selatan
Empat titik kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terpantau di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, berhasil dipadamkan.
Empat titik api tersebut berada di dua lokasi berbeda. Dua titik berada di kawasan PT PML, sementara dua titik lainnya terdeteksi di Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua.
Petugas langsung melakukan penanganan setelah titik api terpantau. Pemadaman dilakukan secara bertahap sejak Jumat sore hingga malam hari.
Titik pertama mulai ditangani sekitar pukul 15.20 WIB. Petugas kemudian melanjutkan pemadaman di titik kedua hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.10 WIB.
Penyisiran dilanjutkan ke lokasi berikutnya. Meski kondisi mulai gelap, petugas tetap melakukan penanganan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar.
Titik ketiga berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB. Sementara titik keempat berhasil dikendalikan sekitar pukul 21.20 WIB.
Setelah seluruh api padam, petugas melakukan proses pendinginan atau pendinginan area untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kondisi lahan yang kering menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat mempercepat penyebaran api.
Petugas juga terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman.
Masyarakat diminta ikut mencegah terjadinya karhutla dengan tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan.
Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api. Pelaporan secara cepat dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
Selain mengancam kawasan hutan dan lahan, karhutla juga berpotensi menimbulkan asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Pencegahan dan penanganan sejak dini pun terus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan dan vegetasi yang kering.
Petugas memastikan pemantauan titik rawan karhutla di wilayah OKU Selatan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi kebakaran kembali terjadi.










