TVRINews, Sumatera Selatan
Kota Palembang diselimuti kabut asap pada Minggu pagi, 23 Agustus 2026. Kondisi tersebut terpantau di sejumlah wilayah, salah satunya kawasan Jalan Macan Lindungan dan Tanjung Barangan.
Wilayah tersebut diketahui cukup sering mengalami kebakaran lahan, terutama saat musim kemarau. Kabut asap yang cukup tebal membuat jarak pandang pada pagi hari menjadi rendah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun pejalan kaki.
Jarak pandang dikategorikan rendah apabila berada di bawah 50 meter. Bahkan pada pagi hari, jarak pandang di sejumlah titik diperkirakan berada di bawah 20 meter akibat tebalnya kabut asap.
Kondisi ini juga membuat aktivitas warga terganggu. Amy, salah seorang warga Macan Lindungan, mengaku memilih tidak melakukan aktivitas lari pagi yang biasanya rutin dilakukannya setiap Minggu.
“Biasanya setiap Minggu saya lari pagi, tapi pagi ini tidak lari karena kabut asapnya terlalu tebal. Mata juga terasa perih,” ujar Amy.
Pantauan kamera CCTV Kota Palembang dari titik kawasan Masjid Agung Palembang yang mengarah ke Bundaran Air Mancur juga memperlihatkan kondisi kabut asap berwarna putih yang cukup tebal menutupi kawasan tersebut.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan IQAir, kualitas udara Kota Palembang tercatat mencapai 198 AQI+, yang masuk dalam kategori tidak sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, khususnya di tengah musim kemarau dan adanya kebakaran lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Fenty menegaskan, masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan.
“Situasi ini harus kita waspadai bersama. Penggunaan masker sangat disarankan untuk menghindari paparan asap, terutama dampak dari kebakaran lahan di beberapa daerah di Sumatera Selatan selama musim kemarau,” tegas Fenty Aprina.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat.
Masyarakat yang mengalami keluhan seperti mata perih, batuk, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya setelah terpapar asap diimbau segera mendapatkan pertolongan medis.
Kondisi kabut asap ini diharapkan menjadi perhatian bersama, termasuk pentingnya mencegah pembakaran lahan dan sampah yang dapat memperburuk kualitas udara selama musim kemarau.










