TVRINews, Bandar Lampung
Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) di Provinsi Lampung mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tingginya partisipasi para ayah pada hari pertama masuk sekolah dinilai mencerminkan semakin meningkatnya keterlibatan ayah dalam mendukung pendidikan dan tumbuh kembang anak.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengapresiasi antusiasme para ayah yang ikut ambil bagian dalam gerakan tersebut. Menurutnya, kehadiran ayah dalam aktivitas pendidikan anak merupakan bentuk dukungan yang perlu terus dipertahankan.
Selama ini, pendampingan pendidikan anak lebih banyak dilakukan oleh ibu. Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, pemerintah mendorong peran ayah agar lebih aktif terlibat sejak awal proses pendidikan. Upaya tersebut juga didukung kebijakan pemerintah yang memberikan fleksibilitas kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) agar dapat mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah.
Berdasarkan pantauan di sejumlah sekolah di Kota Bandar Lampung, seperti SD Negeri 1 Segalamider, SMP Negeri 10 Bandar Lampung, dan SMA Negeri 9 Bandar Lampung, program tersebut mendapat respons yang sangat baik. Jika pada tahun-tahun sebelumnya halaman sekolah lebih banyak dipenuhi para ibu, kali ini mayoritas siswa datang bersama ayah mereka.
Salah seorang orang tua siswa SMP Negeri 10 Bandar Lampung, Santo, mengaku senang dapat mengantar anaknya ke sekolah. Menurutnya, momen tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara ayah dan anak sekaligus memberikan semangat pada hari pertama sekolah.
"Menurut saya ini sangat bagus untuk meningkatkan kedekatan anak dengan orang tua sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri anak. Harapannya semakin banyak ayah yang bisa meluangkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah,"kata Santo.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan tingginya kehadiran para ayah menunjukkan bahwa sosialisasi Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah telah berjalan dengan baik di Lampung.
"Saya meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai dari SD hingga SMA. Alhamdulillah, gerakan ayah mengantar anak ke sekolah mendapat antusiasme yang sangat tinggi. Semoga ini bisa terus konsisten sehingga para ayah selalu hadir dalam proses pembelajaran anak,"ungkap Jihan.
Jihan berharap peran ayah tidak berhenti pada kegiatan mengantar anak ke sekolah, tetapi juga terus terlibat dalam berbagai aktivitas pendidikan, seperti menghadiri rapat orang tua dan guru maupun mengambil rapor. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam setiap tahapan pendidikan akan memberikan dukungan moral dan emosional yang positif bagi tumbuh kembang anak.










