TVRINews, Prabumulih
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Prabumulih perpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh atau PPJ untuk siswa TK, PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Kebijakan ini diambil menyusul kondisi udara di wilayah setempat masih belum membaik, sejumlah wilayah maish diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pemantauan kualitas udara, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di Prabumulih berada di level sangat tidak sehat. Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan belajar secara daring sejak Senin, 12 Oktober 2026 dan dijadwalkan berakhir pada Rabu, 14 Oktober 2026. Namun melihat kondisi kabut asap yang belum membaik, pemerintah kembali memperpanjang masa PJJ hingga Sabtu, 17 Oktober 2026.
Dinas pendidikan setempat telah mengeluarkan surat edaran terkait kebijakan itu, keputusan itu tertuang dalam surat edararan itu dengan Nomor 800/1508/Disdikbud/2026. Kepala Disdikbud Kota Prabumulih, A Darmadi, membenarkan adanya perpanjangan masa belajar daring demi menjaga kesehatan anak didik.
"Ya, di perpanjang. Dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan anak," kata Darmadi, Kamis, 15 Oktober 2026.
Darmadi menghimbau, para siswa untuk tetap berada di rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan demi mencegah dampak yang lebih luas terutama masalah kesehatan akibat paparan kabut asap.
"Kami tekankan orang tua turut membantu dan mengawasi aktifitas anak. Jangan sampai anak malah banyak beraktivitas di luar," ungkap Darmadi.
Sementara pantauan hari ini, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di kota Prabumulih. Asap tebal terlihat di sejumlah titik, seperti di jalan protokol pusat kota misalnya, jarak pandang hanya berkisar 10 meter.
Di tengah kondisi kabut asap, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah di Kota Prabumulih. Upaya pemadaman terus dilakukan, proses pendinginan dan patroli terus di perketat terutama di titik rawan kebakaran hutan dan lahan.










