TVRINews, Sumatera Selatan
Kopi Liberika asal Sumatera Selatan mulai membidik pasar Rusia. Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat pendampingan sertifikasi bagi pelaku UMKM agar kopi Sumsel memenuhi persyaratan ekspor.
Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, mengatakan Sumsel menyumbang sekitar 27 persen produksi kopi nasional. Menurutnya, kualitas dan pemenuhan persyaratan ekspor harus dipastikan sejak dari daerah asal.
"Komoditas ekspor harus dipastikan memenuhi persyaratan sejak dari daerah asal sehingga aman, sehat, bermutu, dan dapat diterima oleh negara tujuan," kata Sri, dikutip Kamis, 3 September 2026.
Sementara itu, Atase Perdagangan Indonesia di Moskow, Ardianto Mahdi Wibowo, menilai Rusia menjadi pasar potensial bagi kopi Indonesia.
Namun, eksportir perlu memenuhi standar keamanan pangan, sertifikasi, pelabelan, hingga ketertelusuran produk. Barantin berharap pendampingan ini dapat membantu UMKM Sumsel memperluas pasar kopi Liberika hingga ke Rusia.










