TVRINews, Sumatera Selatan
Warga Desa Tanjung Pule, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dikejutkan dengan penemuan sebuah benda yang diduga mortir berukuran besar di area perkebunan kelapa sawit. Benda tersebut ditemukan saat pekerja melakukan penggalian kanal menggunakan alat berat.
Mortir yang diduga merupakan peninggalan masa lalu itu memiliki panjang sekitar 1,3 meter dan lebar sekitar 60 sentimeter. Karena ukurannya yang besar, benda tersebut diangkat dari dalam tanah menggunakan bantuan alat berat.
Penemuan ini sempat menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat benda tersebut diduga merupakan amunisi yang berpotensi membahayakan keselamatan apabila masih mengandung bahan peledak aktif.
Salah seorang warga Desa Tanjung Pule, Heri, mengatakan penemuan benda serupa sebelumnya juga pernah terjadi di kawasan perkebunan sawit tersebut. Namun, menurutnya, ukuran mortir yang ditemukan kali ini jauh lebih besar dibandingkan temuan sebelumnya.
“Beberapa waktu lalu, mortir yang diduga peninggalan masa penjajahan juga ditemukan di area yang sama, tetapi ukurannya tidak sebesar yang ditemukan sekarang,” ujar Heri.
Setelah berhasil diangkat dari dalam tanah, benda tersebut masih berada di area perkebunan sawit. Meski lokasi penemuan relatif jauh dari permukiman warga, keberadaan benda yang diduga mortir itu tetap memerlukan penanganan lebih lanjut oleh petugas berwenang.
Warga pun telah melaporkan penemuan tersebut kepada pihak kepolisian dan TNI untuk ditindaklanjuti.
Penemuan ini menjadi perhatian karena kondisi dan tingkat keamanan benda tersebut belum dapat dipastikan. Identifikasi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui jenis, asal, serta kemungkinan masih aktifnya bahan peledak di dalam benda tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda yang diduga sebagai amunisi. Jika menemukan benda serupa, warga diminta menjaga jarak dan segera melaporkannya kepada aparat kepolisian atau petugas penjinak bahan peledak agar dapat ditangani sesuai prosedur keselamatan.










