TVRINews, Sumatera Selatan
Pemerintah Kota Palembang mendorong pengembangan Smart Siskamling sebagai inovasi pengamanan berbasis digital untuk memperkuat sistem deteksi dini dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Gagasan tersebut mengemuka saat Pemkot Palembang menerima jajaran dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri yang melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (Dianmas) di Kota Palembang, di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Rabu, 26 Agustus 2026.
Asisten III Setda Kota Palembang Akhmad Bastari mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk STIK Mengabdi.
Menurutnya, program tersebut menjadi momentum untuk mendorong penerapan sistem deteksi dini berbasis komunitas digital sekaligus memberikan edukasi secara berkelanjutan kepada masyarakat dalam memitigasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Ini merupakan bagian dari upaya kita membangun sistem keamanan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Smart Siskamling diharapkan dapat memperkuat deteksi dini sekaligus meningkatkan peran aktif masyarakat,” ujar Akhmad Bastari.
Bastari menjelaskan, dinamika kejahatan yang semakin kompleks membutuhkan pola pengamanan yang tidak hanya mengandalkan pendekatan konvensional. Karena itu, Smart Siskamling diarahkan untuk mengintegrasikan teknologi dengan sistem keamanan berbasis komunitas.
Konsep tersebut mencakup pemanfaatan CCTV, sistem peringatan dini, pemetaan titik rawan, hingga kanal pelaporan cepat. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menangani berbagai potensi gangguan, mulai dari kejahatan konvensional, kejahatan siber, penyebaran berita bohong, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Teknologi ini kita manfaatkan untuk mempercepat informasi dan respons terhadap potensi gangguan. Namun, pemanfaatannya tetap harus menjunjung tinggi privasi masyarakat dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Ia menambahkan, Smart Siskamling tidak dirancang sebagai sistem yang hanya bergantung pada perangkat digital. Keberhasilannya tetap membutuhkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Palembang, Polri, serta masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga lingkungan.
Sementara itu, Supervisor Kegiatan Dianmas, Kombes Pol Windiyanto Pratomo mengatakan, kegiatan STIK Mengabdi di Palembang diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan dalam mendukung sistem keamanan masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi ini menghasilkan rekomendasi yang konkret dan bisa diterapkan secara nyata, sehingga dapat mendukung terwujudnya Kota Palembang yang aman, nyaman, sekaligus tanggap terhadap perkembangan teknologi,” ujar Windiyanto.
Melalui kolaborasi tersebut, penguatan Smart Siskamling diharapkan tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan responsif terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.










