TVRINews - Palembang
Polda Sumatera Selatan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri melalui proses seleksi calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan secara ketat, transparan, dan berintegritas.
Salah satu tahapan penting dalam seleksi tersebut adalah Computer Assisted Test (CAT) Asesmen Mental Ideologi (AMI) serta Inventory Penelusuran Mental Kepribadian (PMK). Tes ini bertujuan menilai aspek ideologi kebangsaan, integritas, serta karakter dan kepribadian calon perwira Polri.

Pelaksanaan kegiatan digelar di SMKN 2 Palembang dan Ruang Assessment lantai II Biro SDM Polda Sumatera Selatan dengan pengawasan ketat dari berbagai unsur pengawas untuk memastikan seluruh proses berjalan objektif dan bebas dari intervensi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program transformasi SDM Polri Presisi yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dengan penekanan pada pembentukan calon perwira yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta loyal terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepala Biro SDM Polda Sumsel, Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, bersama jajaran panitia internal, Bidpropam, serta pengawas eksternal, turut memantau langsung jalannya proses seleksi.
Rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi peserta, verifikasi administrasi, pengarahan teknis, hingga pembukaan soal secara daring yang terhubung dengan panitia pusat Mabes Polri melalui video konferensi.
Penggunaan sistem CAT menjadi langkah nyata Polda Sumsel dalam mewujudkan prinsip rekrutmen Polri yang Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Sistem ini memungkinkan hasil ujian tercatat otomatis sehingga meminimalisir potensi kecurangan.
Selain aspek ideologi, tes PMK juga digunakan untuk memetakan stabilitas emosi, pola pikir, serta kesiapan mental peserta dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian di masa mendatang.
Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo menegaskan bahwa tahapan ini menjadi filter penting dalam memastikan calon perwira Polri memiliki karakter yang kuat dan bebas dari paham yang bertentangan dengan ideologi negara.
“Prinsip BETAH kami terapkan secara konsisten. Tahapan ini sangat penting untuk memastikan calon Taruna Akpol memiliki integritas, mental yang kuat, serta loyalitas tinggi kepada negara,” ujarnya kutip Selasa, 12 Mei 2026.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Polda Sumsel berkomitmen menghadirkan proses rekrutmen yang jujur, objektif, dan profesional. Kami tidak hanya mencari peserta yang unggul secara akademik, tetapi juga yang memiliki moral, integritas, dan mental ideologi yang kuat,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Setelah ujian selesai, panitia langsung melakukan pengolahan serta pengiriman data hasil tes ke sistem pusat Mabes Polri sebagai bagian dari pengawasan nasional.
Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh tahapan seleksi akan terus dilaksanakan secara profesional untuk melahirkan calon perwira Polri yang unggul, humanis, dan berintegritas dalam mendukung stabilitas keamanan nasional menuju Indonesia Emas.










