TVRINews, Pali
PT Pertamina EP (PEP) Pendopo Field terus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasionalnya melalui Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP) di Desa Rejosari, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Program ini menjadi wadah pengembangan usaha produktif bagi kelompok tani dan kelompok wanita tani guna meningkatkan pendapatan masyarakat.
Saat ini, PPMP menaungi 25 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 20 anggota Kelompok Tani Rejo Mulyo yang aktif mengelola lahan di area kerja PT Pertamina EP Pendopo Field.
Community Development Officer (CDO) PT Pertamina EP Pendopo Field, Riko Septian, mengatakan penguatan program pada 2026 difokuskan pada tiga bidang utama, yakni budidaya hortikultura, budidaya ikan lele, dan diversifikasi produk olahan.
"Program ini merupakan keberlanjutan dari inisiatif yang sudah dirintis sejak tahun 2021. Fokus kami tetap sama, yakni bagaimana program ini benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi para anggota secara berkelanjutan," ujar Riko, Jumat, 5 Juni 2026.
Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah pengelolaan apotek hidup. Kelompok tani tidak hanya membudidayakan tanaman herbal, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi. Selain itu, kelompok binaan mulai memproduksi beras sehat sebagai langkah awal menuju sistem pertanian organik.
Untuk memperluas jangkauan pemasaran, PT Pertamina EP Pendopo Field menjalin kerja sama dengan Dinas Koperasi dan Dinas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten PALI. Kolaborasi ini membantu produk hasil olahan masyarakat masuk ke sejumlah toko lokal di wilayah PALI.
Pendampingan yang dilakukan mencakup seluruh tahapan usaha, mulai dari teknik budidaya, pengolahan hasil, hingga strategi pemasaran. Upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat.
Manfaat program juga dirasakan langsung oleh anggota kelompok. Sutarni, yang bergabung sejak 2021, mengaku memperoleh banyak pengetahuan dan keterampilan baru selama mengikuti kegiatan pemberdayaan.
"Saya mendapatkan banyak keterampilan praktis, mulai dari teknik budidaya tanaman herbal yang benar, proses pengolahan, hingga cara mengemas dan memasarkan produk secara mandiri," ungkap Sutarni.
Menurutnya, keterlibatan dalam kelompok binaan tidak hanya menambah wawasan mengenai pemanfaatan tanaman herbal, tetapi juga membantu meningkatkan penghasilan keluarga.
Saat ini, kelompok binaan telah menghasilkan berbagai produk turunan dari apotek hidup. Beberapa produk unggulan yang mulai dikenal masyarakat antara lain minuman kesehatan Siji Manis, kopi ribang, kunyit instan, dan temulawak instan. Produk tersebut dipadukan dengan berbagai jenis simplisia yang diformulasikan untuk membantu mengatasi keluhan kesehatan seperti asam urat, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
Ke depan, kelompok binaan berharap produk lokal asal PALI dapat menjangkau pasar yang lebih luas sehingga mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.










