TVRINews, Palembang
Polda Sumatera Selatan menetapkan hasil akhir penerimaan terpadu Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 melalui sidang terbuka yang digelar di Auditorium Gedung Presisi Mapolda Sumsel, 3 Juli 2026.
Sidang dipimpin Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sumsel Sudrajad Hariwibowo, selaku Ketua Panitia Daerah.
Proses penetapan hasil seleksi turut diawasi oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bidpropam, serta pengawas eksternal yang berasal dari kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan lembaga independen.
Berdasarkan hasil sidang, sebanyak 165 peserta dinyatakan lulus pada jalur Bintara Polri. Mereka berasal dari berbagai formasi, meliputi Bintara Polisi Tugas Umum (PTU), Intelijen, Polair, serta Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) di sejumlah bidang, seperti pertanian, peternakan, perikanan, kesehatan masyarakat, gizi, akuntansi, hukum, dan penyidikan.
Selain itu, peserta yang dinyatakan lulus pada jalur Tamtama Polri akan mengikuti pendidikan pembentukan untuk mendukung fungsi operasional Brimob dan Polair.
Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo mengatakan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan sesuai prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).
"Kami memastikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan sesuai prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan dan prestasi. Kami berharap calon anggota Polri yang dinyatakan lulus nantinya mampu menjadi Bhayangkara yang profesional, berintegritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Nandang Mu'min Wijaya menilai proses rekrutmen yang terbuka menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Polri.
"Kami berkomitmen menjaga proses rekrutmen Polri tetap bersih, transparan, akuntabel, dan humanis sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Personel yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Polri Presisi yang semakin dipercaya masyarakat," katanya.
Polda Sumsel menegaskan seluruh proses penerimaan anggota Polri dilakukan tanpa pungutan biaya dan mengedepankan objektivitas sesuai ketentuan yang berlaku.
Peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya akan mengikuti pendidikan pembentukan sebagai tahapan lanjutan sebelum bertugas sebagai anggota Polri.










