TVRINews, Sumatera Selatan
Kawasan rumah susun yang dulunya kerap mendapat stigma negatif, kini bertransformasi menjadi ruang belajar yang memberikan harapan baru bagi anak-anak dan masyarakat. Kampung Literasi 26 Ilir Palembang hadir sebagai wadah pendidikan dan pemberdayaan untuk menumbuhkan budaya literasi sekaligus membangun lingkungan yang lebih positif.
Penggagas sekaligus Ketua Kampung Literasi 26 Ilir Palembang, Oca Tresia, mengatakan program ini hadir untuk memberikan ruang belajar bagi anak-anak di Rumah Susun 26 Ilir, khususnya bagi mereka yang belum mendapatkan pendampingan belajar di luar sekolah formal.
“Kampung Literasi ini menjadi wadah inspirasi dan informasi bagi anak-anak di Rumah Susun 26 Ilir. Kami ingin memberikan kesempatan agar mereka bisa belajar, berkembang, dan mendapatkan pendampingan yang layak,” ujar Oca, Jumat, 24 Juli 2026.
Selain mendukung anak-anak usia sekolah, perhatian juga diberikan kepada anak usia dini yang sedang berada dalam masa emas pembentukan karakter dan perkembangan.
Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan terlindungi diharapkan mampu membantu anak-anak tumbuh lebih baik sekaligus menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada kawasan Rumah Susun 26 Ilir.
Dengan fasilitas yang memadai serta pendampingan dari para tutor, anak-anak diberikan kesempatan belajar yang sama agar tidak ada lagi yang putus sekolah atau kehilangan peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Melalui Kampung Literasi 26 Ilir, masyarakat berharap kawasan tersebut dapat terus berkembang menjadi lingkungan yang mendukung pendidikan dan menciptakan generasi yang lebih berkualitas.









