TVRINews, Palembang
Polda Sumatera Selatan memperkuat strategi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama akademisi, instansi teknis, dan lembaga penanggulangan bencana, Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Vicon Lantai II Gedung Presisi Mapolda Sumsel itu menjadi forum sinkronisasi kebijakan, pertukaran data lapangan, serta penguatan pendekatan ilmiah dalam menghadapi potensi Karhutla menjelang puncak musim kemarau.
FGD melibatkan unsur kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, Manggala Agni, serta akademisi Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Kegiatan dipimpin Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, didampingi Dir Binmas Polda Sumsel Kombes Pol Hari Purnomo.
Turut hadir jajaran Biro Ops, Ditintelkam, Ditsamapta, dan Ditreskrimsus Polda Sumsel. Dari kalangan akademisi hadir Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Prof. Dr. H. Joni Emirzon, bersama tim pakar hukum lingkungan.
Sementara BPBD Sumsel diwakili Kepala Seksi Tanggap Darurat Supanto, serta perwakilan Manggala Agni yang memaparkan perkembangan titik panas dan wilayah rawan Karhutla di Sumatera Selatan.
Forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan deteksi dini hotspot, optimalisasi patroli terpadu, penegakan hukum lingkungan, hingga edukasi masyarakat di daerah rawan Karhutla seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.
Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dukungan akademik dalam memperkuat kebijakan dan langkah operasional di lapangan.
“Kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam mencegah Karhutla. Pendekatan akademik sangat penting untuk memperkuat strategi penanganan yang berbasis data, regulasi, dan kondisi sosial masyarakat di wilayah rawan kebakaran,” tegas Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo.
Ia menilai sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat akan mempercepat langkah mitigasi sehingga potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini sebelum berkembang menjadi bencana skala besar.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyebut FGD tersebut menjadi bentuk komitmen Polda Sumsel dalam menghadirkan langkah preventif yang terukur guna melindungi masyarakat dan lingkungan hidup.
“Polda Sumatera Selatan berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam pengendalian Karhutla melalui kolaborasi teknis, operasional, dan ilmiah. Seluruh rekomendasi dari forum ini akan menjadi dasar penguatan langkah preventif di lapangan demi menjaga Sumatera Selatan tetap aman dari ancaman kabut asap,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Melalui forum tersebut, Polda Sumsel memastikan koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat guna meningkatkan kesiapsiagaan personel dan efektivitas penanganan Karhutla di seluruh wilayah Sumatera Selatan.










