TVRINews, Palembang
Taman Budaya Sriwijaya Sumatera Selatan masuk dalam program Revitalisasi Nasional Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana kebudayaan sekaligus menjadikan taman budaya sebagai ruang publik kreatif yang lebih representatif.
Program revitalisasi nasional tahun ini mendukung pembenahan sekitar delapan taman budaya di Indonesia.
Secara keseluruhan, program tersebut menargetkan revitalisasi lebih dari 200 titik museum, cagar budaya, dan taman budaya di seluruh Indonesia, dengan total anggaran mencapai Rp1,2 triliun.
Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan, Pandji Tjahjanto, menyampaikan bahwa revitalisasi Taman Budaya Sriwijaya difokuskan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana kebudayaan, termasuk gedung pertunjukan, agar kawasan ini semakin representatif sebagai pusat pengembangan seni dan ruang interaksi komunitas.
“Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana kebudayaan, sehingga Taman Budaya Sriwijaya menjadi ruang publik kreatif yang lebih representatif bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Pandji.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Rudi Irawan, berharap revitalisasi tersebut dapat mengoptimalkan fungsi Taman Budaya Sriwijaya sebagai ruang ekspresi, pelestarian, dan pengembangan talenta seni budaya masyarakat, khususnya generasi muda.
“Melalui revitalisasi ini, Taman Budaya Sriwijaya diharapkan semakin optimal menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas, sekaligus melestarikan seni budaya Sumatera Selatan,” ujar Rudi.
Melalui program ini, Taman Budaya Sriwijaya diharapkan semakin berperan dalam mendukung pelestarian kebudayaan daerah serta mendorong pertumbuhan kreativitas seni di Sumatera Selatan.










