TVRINews, OKU Timur
Menindaklanjuti instruksi Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho terkait penguatan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres OKU Timur meningkatkan langkah mitigasi di sejumlah wilayah rawan.
Setidaknya 116 titik teridentifikasi rawan karhutla telah disisir jajaran Polres OKU Timur. Lokasi tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Madang Suku I, Belitang II, Martapura, Buay Madang, Madang Suku II, dan Semendawai Suku III.
Kapolres OKU Timur, Lalu Hedwin Hanggara mengatakan, langkah yang dilakukan merupakan tindaklanjut atas arahan Kapolda Sumsel agar seluruh jajaran memperkuat upaya mitigasi dan pencegahan karhutla di wilayah masing-masing.
“Kegiatan pencegahan karhutla yang kami laksanakan secara masif di 116 titik ini agar seluruh jajaran memperkuat mitigasi, menggencarkan edukasi, serta melakukan patroli pencegahan secara maksimal,” kata Lalu Hedwin dalam keterangannya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurutnya, pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan melalui patroli kepolisian, tetapi juga dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Polres OKU Timur bersinergi dengan TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pemangku kepentingan lainnya melalui patroli terpadu.
Selain patroli, ia berujar, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan secara langsung kepada masyarakat, memasang spanduk peringatan di kawasan rawan, serta mengingatkan masyarakat mengenai konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
“Kami di Polres OKU Timur siap memastikan wilayah tetap aman dari ancaman karhutla,” tegasnya.
Lalu Hedwin menuturkan, koordinasi lintas instansi menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya karhutla, terutama di tengah kondisi wilayah yang memiliki sejumlah area yang berpotensi mengalami kebakaran.
Ia bilang, dari hasil pemantauan sementara menunjukkan kondisi di seluruh wilayah sasaran masih dalam keadaan kondusif. Petugas juga belum menemukan adanya titik kebakaran maupun kepulan asap di lokasi yang menjadi sasaran pemantauan.
“Alhamdulillah, berkat respons cepat dan koordinasi lintas instansi yang solid, kondisi di seluruh wilayah sasaran terpantau kondusif. Situasi di lapangan saat ini aman, dengan catatan nihil titik kebakaran maupun asap,” ujarnya.
Polres OKU Timur memastikan patroli dan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi sekaligus deteksi dini.
Masyarakat juga diminta turut berperan aktif dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara pembakaran serta segera melaporkan apabila menemukan potensi karhutla.
Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya titik api sekaligus menjaga keamanan, kesehatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan di wilayah OKU Timur.










