TVRI News, Sumatera Selatan
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mempercepat pengembangan bisnis emas dan haji setelah menuntaskan transformasi sistem teknologi informasi secara nasional. Digitalisasi yang mulai diterapkan di seluruh jaringan perseroan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis unggulan, termasuk di BSI Region III Palembang.
Transformasi teknologi yang selesai pada pertengahan Mei 2026 mulai diterapkan di seluruh jaringan BSI, termasuk Region III Palembang yang membawahi enam provinsi di Pulau Sumatra.
Region CEO BSI Region III Palembang Ari Yusnairy Muslim mengatakan penyempurnaan sistem teknologi tidak hanya bertujuan meningkatkan infrastruktur digital, tetapi juga mendukung percepatan layanan dan pengembangan berbagai lini bisnis strategis perseroan.
"Transformasi ini menjadi modal bagi kami untuk menghadirkan layanan yang lebih modern, cepat, dan inklusif. Implementasinya akan kami dorong di seluruh ekosistem bisnis Region III Palembang," ujar Ari.
Salah satu fokus utama pengembangan pascadigitalisasi adalah bisnis emas dan layanan haji. Sebagai bank syariah yang telah mengantongi izin sebagai bank bullion, BSI menargetkan penguatan ekosistem investasi emas sekaligus meningkatkan jumlah nasabah tabungan haji.
Kinerja kedua segmen tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Tabungan emas tumbuh 406,5 persen secara tahunan, sementara jumlah rekening (Number of Accounts/NOA) melonjak 937 persen. Adapun tabungan haji meningkat sekitar 18 hingga 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Ari, transformasi digital akan mempercepat proses transaksi, meningkatkan kenyamanan layanan, serta memudahkan masyarakat mengakses berbagai produk unggulan BSI.
Di Region III Palembang, BSI melayani enam provinsi melalui 16 Kantor Cabang, 85 Kantor Cabang Pembantu, serta dua Kantor Fungsional Operation yang tersebar di lima area, yakni Padang, Bengkulu, Jambi, Palembang, dan Lampung.
Dari sisi kinerja, BSI Region III juga mencatat pertumbuhan yang melampaui rata-rata industri perbankan di wilayah operasionalnya. Hingga Maret 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 23,9 persen secara tahunan, sedangkan pembiayaan meningkat 26 persen, mencerminkan fungsi intermediasi yang tetap terjaga seiring percepatan transformasi digital.
Secara nasional, modernisasi sistem teknologi BSI melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi, mulai dari migrasi data, peningkatan sistem core banking, hingga validasi sistem. Proses tersebut dilakukan di bawah pengawasan regulator serta didukung Danantara sebagai bagian dari penguatan fondasi bisnis perseroan.
Kinerja keuangan BSI juga tetap menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, perseroan membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp2,80 triliun atau tumbuh 17,79 persen secara tahunan. Total aset tercatat mencapai Rp452 triliun, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp382 triliun, dan pembiayaan mencapai Rp332 triliun.










