TVRINews, Palembang
Pemerintah Kota Palembang menggelar Festival Palembang Berdaya, Palembang Sejahtera, dan Berbudaya di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang ke-1.343 yang juga ditandai dengan peluncuran resmi Prangko Penanda Kota Palembang.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengatakan bahwa pembangunan Palembang di usia ke-1.343 tahun tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Menurutnya, penguatan identitas daerah dan pelestarian budaya lokal harus berjalan seiring dengan pembangunan.
“Momentum hari jadi kali ini menjadi pengingat penting bagi kita semua. Membangun kota tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan identitas, pelestarian budaya, serta pembangunan karakter masyarakat,” ujar Aprizal.
Ia menjelaskan, tema peringatan tahun ini mengandung makna yang mencerminkan arah pembangunan Kota Palembang. Palembang Berdaya menekankan penguatan kapasitas masyarakat, kreativitas, daya saing, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Sementara itu, Palembang Sejahtera diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Adapun Palembang Berbudaya menjadi komitmen pemerintah dalam menjaga akar sejarah dan identitas daerah di tengah arus modernisasi.
Salah satu agenda utama dalam peringatan HUT Kota Palembang adalah peluncuran Prangko Penanda Kota Palembang. Aprizal menegaskan, prangko tidak hanya berfungsi sebagai alat pengiriman surat, tetapi juga menjadi media diplomasi budaya dan simbol identitas sejarah yang dapat dikenal lintas generasi.
“Melalui prangko ini, kita memperkenalkan wajah dan jiwa Kota Palembang kepada masyarakat luas hingga mancanegara,” katanya.
Empat ikon bersejarah diabadikan dalam prangko tersebut, yakni Prasasti Kedukan Bukit sebagai bukti kejayaan Kerajaan Sriwijaya, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang menyimpan jejak sejarah dan budaya Palembang, Gedung Ledeng sebagai simbol pemerintahan dan pembangunan kota, serta Jembatan Ampera yang menjadi ikon kebanggaan Palembang di tingkat nasional maupun internasional.
Perayaan HUT ke-1.343 Kota Palembang juga dimeriahkan dengan Lomba Fashion Wastra Palembang. Pemerintah Kota Palembang berharap kain tradisional seperti Songket dan berbagai tekstil khas daerah dapat terus dilestarikan serta berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Aprizal mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan media massa untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi dalam membangun Palembang menjadi kota yang maju, nyaman, sejahtera, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya daerah.









