TVRINews, Sumatera Selatan
Sumatera Selatan kembali meraih penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Terbaik Nasional Wilayah Sumatera pada 2026. Capaian ini menjadi yang kedua secara berturut-turut setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada 2025.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD Tahun 2026 yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis 22 Oktober 2026.
Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu program yang menjadi kunci pencapaian tersebut adalah Program 100.000 Sultan Muda Sumsel, program strategis Gubernur Sumatera Selatan yang mengintegrasikan literasi dan inklusi keuangan, pengembangan kewirausahaan, akses pembiayaan produktif, serta perluasan pasar domestik dan internasional.
Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi OJK Sumsel, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, Bank Indonesia, perguruan tinggi, asosiasi pengusaha, komunitas wirausaha, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ekspor Kopi Sumsel Tembus 340,4 Ton
Salah satu hasil konkret dari pengembangan ekosistem kewirausahaan tersebut adalah ekspor langsung kopi Sumatera Selatan melalui Pelabuhan Boom Baru, Palembang.
Sejak ekspor langsung perdana pada Januari 2025 hingga Agustus 2026, tercatat 17 kali pengiriman kopi dengan volume mencapai 340,4 ton atau setara 19 kontainer. Kopi Sumsel tersebut dipasarkan ke Uni Emirat Arab, Kamboja, Malaysia, dan Australia.
Kegiatan ekspor ini didukung realisasi kredit pada ekosistem kopi sebesar Rp363,2 miliar, yang menunjukkan keterkaitan antara akses pembiayaan dan pengembangan usaha komoditas unggulan daerah.
Selain itu, partisipasi pengusaha muda Sumsel dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 menghasilkan sembilan kesepakatan perdagangan internasional dengan nilai sekitar Rp501,4 miliar.
Salah satu kesepakatan tersebut berupa perdagangan biji kopi ke Rusia pada 2027 melalui PT Agri Ekspor Indonesia dengan Kontinent LLC.
Dalam rangkaian Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Subianto juga mengunjungi stan Agam Pisan Coffee Roasters x Basnom SSEXIM HIPMI Sumatera Selatan. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kopi Sumsel serta ekosistem kewirausahaan yang mendukung pengembangan produk dan perluasan pasar.
Perhatian Presiden terhadap kemampuan petani kopi Sumsel menembus pasar ekspor turut menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas, kualitas hasil, akses pembiayaan, dan keterhubungan petani dengan rantai perdagangan internasional.
Diplomasi Kopi Perkuat Akses Pembiayaan
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, mengatakan penghargaan TPAKD Terbaik Nasional Wilayah Sumatera bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas manfaat program bagi masyarakat.
“Penghargaan ini bukanlah ultimate goal dari kerja bersama kita. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana akses keuangan benar-benar dapat menggerakkan aktivitas ekonomi, membuka kesempatan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arifin.
Menurutnya, koordinasi antarpemangku kepentingan dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih terbuka dan tidak selalu terbatas pada forum formal. Salah satunya melalui Diplomasi Kopi yang dikembangkan OJK Sumsel.
Pendekatan ini memanfaatkan fasilitas kantor OJK sebagai Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) dan Pusat Kolaborasi dan Akselerasi Ekonomi Daerah Sumsel Maju Terus untuk Semua.
Kedua fasilitas tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha, industri jasa keuangan, pemerintah, calon pembeli, dan mitra bisnis untuk memperkuat akses pembiayaan, pengembangan usaha, serta perluasan pasar.
Melalui pendekatan tersebut, kebutuhan pembiayaan dapat dipetakan berdasarkan karakteristik setiap mata rantai usaha, mulai dari petani, pengumpul hasil pertanian, pembeli atau offtaker, penyedia logistik, eksportir, industri pengolahan, hingga jaringan kedai kopi.
Dengan demikian, pembiayaan diharapkan tidak hanya menjangkau pelaku usaha secara terpisah, tetapi juga mendukung keseluruhan ekosistem usaha agar mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Ke depan, OJK Sumsel bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan seluruh pemangku kepentingan akan melanjutkan pengembangan Program 100.000 Sultan Muda Sumsel, memperluas akses pembiayaan produktif, mendorong hilirisasi komoditas unggulan, serta memperkuat jaringan perdagangan dan ekspor.
Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas manfaat akses keuangan, meningkatkan daya saing pelaku usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif serta berkelanjutan.










