TVRINews, Sumatera Selatan
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta jajaran Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumsel periode 2026–2031 menjalankan amanah dengan istiqamah, konsekuen, dan aktif hadir di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya usai menghadiri pengukuhan pengurus MUI di Griya Agung, Palembang, pada Rabu, 23 September 2026.
Herman Deru menegaskan MUI memiliki posisi strategis sebagai penjaga akidah umat sekaligus mitra pemerintah dalam memberikan masukan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Pertama, menjaga akidah. Kalau ada aliran-aliran yang menyimpang, bagaimana meluruskannya dan bagaimana menyelesaikan masalahnya,” ujar Herman Deru.
Ia juga berharap MUI terus memberikan pertimbangan kepada para pemimpin di berbagai tingkatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
“Yang kedua, memberikan masukan kepada para pemimpin untuk menjadi bahan pertimbangan. Kalau ada masalah-masalah yang kurang bersesuaian, sampaikan sebagai masukan,” katanya.
Selain itu, Herman Deru menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama antara ulama dan umat. Menurutnya, MUI tidak boleh menjadi organisasi yang pasif, tetapi harus aktif turun ke lapangan dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Jangan menjadi organisasi pasif. Harus aktif, turun ke lapangan, termasuk melakukan roadshow,” tegasnya.
Gubernur juga mendorong MUI Sumsel memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam pengembangan ekonomi syariah, sehingga manfaat organisasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan MUI Sumsel periode sebelumnya yang dinilai berhasil menjaga situasi daerah tetap kondusif dan harmonis.
Ia turut mengapresiasi meningkatnya keterlibatan perempuan dalam kepengurusan MUI periode 2026–2031. Menurutnya, kehadiran perempuan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bukan sekadar representasi.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat Buya KH Anwar Abbas mengingatkan bahwa kepengurusan MUI merupakan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Ia meminta seluruh pengurus menjaga akidah, ibadah, dan akhlak umat, serta mampu menjawab tantangan baru di era media sosial.
Di sisi lain, Ketua Umum DP MUI Provinsi Sumsel periode 2026–2031 KH Supadmi Kohar mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan untuk bergandengan tangan menjalankan amanah bersama pemerintah, ulama, dan masyarakat.
“Kita harus menjaga kepercayaan masyarakat kepada MUI dengan menjadi suri teladan dalam sikap, perkataan, dan perbuatan, serta menjaga marwah organisasi,” ujar Supadmi.
Pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Sumsel periode 2026–2031 turut dihadiri jajaran MUI Pusat, Forkopimda Sumsel, Dewan Pertimbangan MUI Sumsel, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.










