TVRINews, Sumatera Selatan
Gelaran nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol melawan Argentina di TVRI Sumatera Selatan tidak hanya menghadirkan hiburan bagi ribuan masyarakat, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sebanyak lebih dari 50 pelaku UMKM ikut ambil bagian dalam nobar yang digelar di halaman TVRI Sumsel, Jalan Balap Sepeda Nomor 1 Palembang, Senin, 20 Juli 2026 dini hari. Seluruh pelaku usaha diberikan kesempatan berjualan secara gratis tanpa dipungut biaya sewa tempat oleh TVRI Sumsel.

Beragam kuliner disajikan untuk memenuhi kebutuhan ribuan penonton yang memadati lokasi nobar. Mulai dari mie ayam bakso, sate taichan, telur gulung, kwetiau, mie tektek, pempek, jus buah, kebab, dimsum, kopi, es mambo, makaroni, risol mayo, kerak telur, bola ayam, otak-otak, hingga aneka makanan dan minuman lainnya.
Koordinator Nobar Bola Gembira TVRI Sumsel, M. Ridhwan Rivai, mengatakan keterlibatan UMKM merupakan bagian dari komitmen TVRI Sumsel agar penyelenggaraan nobar tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM. Karena itu seluruh tenant kami fasilitasi tanpa dipungut biaya. Harapannya para pelaku usaha bisa memperoleh keuntungan yang maksimal dari kegiatan ini," ujar M. Ridhwan Rivai, Senin, 20 Juli 2026.
Antusiasme masyarakat yang mencapai lebih dari 2.000 orang membuat hampir seluruh pedagang mengaku kehabisan stok dagangan sebelum acara berakhir.
Salah seorang pelaku UMKM, Faila, mengaku omzet penjualannya meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Menurutnya, kesempatan berjualan di lokasi nobar TVRI Sumsel sangat membantu pelaku usaha kecil.
"Alhamdulillah dagangan kami habis terjual. Yang paling kami syukuri, kami bisa berjualan tanpa dikenakan biaya sewa tempat. Jadi keuntungan yang kami dapat lebih maksimal," kata Faila.
Hal senada disampaikan Imam, pelaku UMKM lainnya. Ia mengaku tingginya jumlah pengunjung membuat penjualan berjalan sangat baik sepanjang malam.
"Pengunjung terus berdatangan sejak sebelum pertandingan dimulai. Penjualan sangat ramai dan stok dagangan kami habis. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan karena sangat membantu UMKM," ucapnya.
Berdasarkan analisis sementara data TVRI Sumsel hingga Senin pagi, dampak ekonomi dari penyelenggaraan program Bola Gembira selama Piala Dunia FIFA 2026 menunjukkan tren yang positif. Tercatat sebanyak 305 UMKM telah terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Jumlah ini tergolong tinggi dan sebanding dengan daerah lain seperti Aceh yang mencatatkan 406 UMKM serta Riau sebanyak 416 UMKM.
Dari sisi perputaran ekonomi, omzet UMKM meningkat dari Rp1,9 miliar menjadi Rp2,3 miliar atau bertambah sekitar Rp375,7 juta, setara dengan kenaikan 19,6 persen. Rata-rata omzet yang diperoleh setiap UMKM juga mengalami peningkatan dari sekitar Rp6,2 juta menjadi Rp7,5 juta atau naik sekitar Rp1,2 juta per pelaku usaha.
TVRI Sumsel menilai kenaikan sebesar 19,6 persen tersebut masih berada dalam kategori yang wajar, namun menunjukkan dampak ekonomi yang nyata bagi para pelaku UMKM. Secara nominal, tambahan omzet sebesar Rp375,7 juta menjadi indikator bahwa program nobar mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Data tersebut merupakan rekapitulasi sementara hingga Senin pagi dan belum memasukkan hasil transaksi dari pelaksanaan nobar final Piala Dunia 2026 pada Minggu malam hingga Senin dini hari. Dengan tingginya antusiasme masyarakat pada partai final, nilai perputaran ekonomi diperkirakan masih akan mengalami peningkatan setelah seluruh data dihimpun secara lengkap.










