TVRINews, Sumatera Selatan
Euforia Piala Dunia 2026 semakin terasa di Kota Palembang. Ribuan warga memadati Lapangan TVRI Sumatera Selatan untuk mengikuti acara nonton bareng (nobar) semifinal antara Inggris dan Argentina pada Kamis, 16 Juli 2026 dini hari. Tingginya antusiasme masyarakat membuat TVRI Sumsel memindahkan lokasi nobar dari Creative Hub ke Lapangan TVRI Sumsel yang memiliki kapasitas lebih besar dan fasilitas yang lebih memadai.
Perpindahan lokasi tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang jumlahnya terus meningkat dari laga-laga sebelumnya.
Pertandingan berlangsung sengit. Inggris sempat membuka keunggulan pada menit ke-55 dan membuat para pendukung The Three Lions bersorak. Namun, Argentina berhasil membalikkan keadaan melalui gol pada menit ke-85 dan 90+2 sehingga memastikan kemenangan sekaligus tiket menuju final Piala Dunia 2026.
Atmosfer nobar berlangsung meriah. Sorak-sorai penonton menggema setiap kali peluang tercipta di depan gawang, sementara gol penentu kemenangan Argentina disambut selebrasi ribuan warga yang memadati area Lapangan TVRI Sumsel.
Selain menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola, kegiatan ini juga menjadi ruang berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan. Anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia tampak menikmati pertandingan bersama dalam suasana yang penuh kebersamaan.
Kepala TVRI Sumatera Selatan, Eflianty Analisa, mengatakan antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa TVRI mampu menjadi ruang publik yang menghadirkan hiburan sekaligus mempererat kebersamaan.
“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Karena jumlah penonton terus meningkat, kami memindahkan lokasi ke Lapangan TVRI Sumsel agar masyarakat bisa menonton dengan lebih nyaman. Nobar ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM,” ujar Eflianty Analisa.
Diperkirakan lebih dari 1.000 warga menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran ribuan penonton turut membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi acara.
Sebanyak 12 pelaku UMKM meramaikan kegiatan dengan menawarkan berbagai jenis kuliner, mulai dari jajanan pasar, mi ayam bakso, minuman, aneka es, kopi, kebab, dimsum, pempek, makaroni, hingga risol mayo.

Seluruh dagangan para pedagang bahkan habis terjual selama acara berlangsung. Mereka mengaku omzet yang diperoleh meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.
Salah seorang pelaku UMKM, Edis, mengaku tidak menyangka jumlah pengunjung yang datang begitu banyak.
“Alhamdulillah dagangan kami habis semua. Penontonnya sangat ramai sehingga penjualan meningkat drastis. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena sangat membantu kami para pelaku UMKM,” kata Edis.
Hal senada disampaikan Aisyah, pelaku UMKM lainnya. Menurutnya, nobar yang digelar TVRI Sumsel menjadi momentum yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat kecil.
“Sejak sebelum pertandingan dimulai pembeli sudah ramai. Sampai pertandingan selesai hampir semua dagangan habis. Kami sangat senang karena bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang penonton, Kms. Ari Panji, mengaku sengaja datang bersama keluarga dan teman-temannya untuk menikmati suasana nobar.
“Rasanya berbeda menonton langsung bersama ribuan orang. Suasananya seru, fasilitasnya nyaman, dan acaranya tertib. Kami berharap TVRI Sumsel terus mengadakan nobar seperti ini sampai pertandingan final,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, TVRI Sumsel tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM. Ramainya pengunjung yang memadati lokasi nobar menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang, sekaligus menunjukkan bahwa sebuah ajang olahraga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.










