TVRINews, Palembang
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Keramasan, Kota Palembang, pada Kamis, 16 Juli 2026. Proyek strategis nasional tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi secara penuh dan diresmikan pada Oktober 2026 mendatang.
Dalam kunjungan kerjanya, Wapres memantau langsung sejumlah fasilitas utama PSEL yang saat ini progres fisiknya telah mencapai 90,17 persen. Fasilitas modern ini dirancang dengan kapasitas besar yang mampu mengolah hingga 800 ton sampah rumah tangga dan sampah sejenis setiap harinya untuk dikonversi menjadi energi listrik yang siap disalurkan ke jaringan kelistrikan Kota Palembang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan bahwa kunjungan Wakil Presiden ini merupakan bentuk perhatian konkret dari pemerintah pusat terhadap percepatan penyelesaian proyek, termasuk kesiapan berbagai aspek pendukung di lapangan agar PSEL dapat segera beroperasi secara optimal.
"Wakil Presiden memberikan perhatian terhadap sejumlah aspek penting, mulai dari penyesuaian regulasi, kesiapan pembiayaan, kelembagaan, hingga percepatan penyelesaian proyek. Beliau juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah, penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, kesiapan armada pengangkut sampah, serta peningkatan akses jalan menuju kawasan PSEL," kata Ratu Dewa.
Sementara itu dari sisi teknis, Manager PT Indo Green Power, Satriawan Ming, menjelaskan bahwa tahapan pekerjaan saat ini tengah difokuskan penuh pada sinkronisasi sistem pembangkit dengan jaringan kelistrikan Kota Palembang sebelum memasuki tahap operasional komersial.
"Saat ini kami sedang melakukan sinkronisasi sistem pembangkit dengan jaringan listrik Kota Palembang. Tahapan ini menjadi proses penting sebelum PSEL mulai beroperasi secara penuh sesuai target yang telah ditetapkan," ujar Satriawan Ming.
Keberadaan PSEL Keramasan ini diharapkan dapat menjadi tonggak baru dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kota Palembang. Selain mampu secara signifikan mengurangi volume sampah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), proyek ramah lingkungan ini juga memegang peranan penting dalam menghasilkan energi listrik alternatif sekaligus mendukung komitmen nasional dalam upaya transisi energi bersih di Indonesia.










