TVRINews, Sumatera Selatan
Upaya mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terus dilakukan di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Polisi kini menguji penggunaan cairan khusus X-Fire untuk membantu memadamkan api, terutama di kawasan lahan gambut.
Uji coba dilakukan personel Polda Sumatera Selatan bersama Polres Ogan Ilir di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara.
Cairan X-Fire dicampurkan dengan air sebelum disemprotkan ke titik api menggunakan mesin pompa yang dapat dibawa oleh petugas.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti mengatakan, metode tersebut diuji karena karakter lahan gambut membutuhkan penanganan berbeda. Api di lahan gambut dapat bertahan di bagian bawah permukaan sehingga lebih sulit dipadamkan dengan air biasa.
“Kami mencoba cairan ini untuk melihat efektivitasnya dalam menangani kebakaran di lahan gambut. Dari hasil uji coba, proses pemadaman terlihat lebih cepat dibandingkan hanya menggunakan air,” ujar Rizka.
Menurutnya, penggunaan cairan tersebut diharapkan dapat membantu petugas mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api kembali menyala di area yang telah dipadamkan.
Dalam penggunaannya, X-Fire terlebih dahulu dicampur dengan air, kemudian dialirkan melalui mesin pompa dan diarahkan langsung ke titik yang masih terbakar.
“Cairan dicampurkan dengan air, kemudian disemprotkan menggunakan pompa yang bisa dibawa langsung oleh petugas ke lokasi kebakaran,” jelasnya.
Uji coba dilakukan saat penanganan karhutla di Ogan Ilir masih menghadapi tantangan. Sejumlah titik kebakaran membutuhkan penanganan cepat agar api tidak menjalar ke area yang lebih luas.
Polisi berharap metode tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam mempercepat pemadaman, khususnya pada lahan gambut yang memiliki karakter mudah menyimpan bara di bawah permukaan.
Selain efektivitas pemadaman, cairan yang digunakan dalam uji coba tersebut juga disebut tidak menimbulkan efek pada kulit dan relatif ramah terhadap lingkungan.
“Kami berharap metode ini dapat membantu mempercepat pemadaman sehingga api tidak semakin meluas, khususnya pada wilayah gambut yang selama ini cukup sulit ditangani,” pungkas Rizka.
Penggunaan metode baru tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan hasil uji lapangan sebelum diterapkan secara lebih luas dalam penanganan karhutla di wilayah Ogan Ilir.










