TVRINews, Palembang
Film Istimewa mengangkat kisah anak-anak disabilitas dalam menghadapi stigma, perundungan, hingga pengucilan di lingkungan masyarakat. Film ini mengajak masyarakat melihat potensi anak disabilitas, bukan hanya keterbatasan yang mereka miliki.
Film Istimewa melibatkan anak-anak disabilitas sebagai pemeran utama. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pesan film untuk membangun pemahaman bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan.
Produser Film Istimewa, Abdullah Mansuri, mengatakan keterbatasan bukan penghalang bagi anak-anak disabilitas untuk mengembangkan kemampuan mereka.
“Film ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang terhadap potensi yang dimiliki setiap anak disabilitas. Keterlibatan langsung anak disabilitas sebagai pemeran utama menjadikan keistimewaan dalam film ini,” ujar Abdullah Mansuri.
Cerita yang disajikan dalam film tersebut menggambarkan berbagai pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak-anak disabilitas, mulai dari menghadapi stigma hingga perlakuan tidak menyenangkan di lingkungan sekitar.
Pekan sebelumnya, kegiatan nonton bareng film Istimewa di Palembang turut diikuti anak-anak disabilitas dan para pemain film. Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta.
Penayangan perdana Istimewa di Sumatera Selatan juga mendapat apresiasi dari Gubernur Sumatera Selatan. Film tersebut dinilai memiliki nilai edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap anak-anak disabilitas.
Selain mengajak masyarakat lebih peduli, film Istimewa menyampaikan pesan tentang pentingnya saling mengasihi, memaafkan, dan menerima sesama tanpa memandang keterbatasan.
Film Istimewa diharapkan menjadi media edukasi sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif bagi anak-anak disabilitas. Film Istimewa dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 17 September 2026.










