TVRINews, Palembang
Para sopir truk angkutan barang mengaku terbantu dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang memperpanjang jam operasional pengisian Biosolar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hingga malam hari, bahkan mengoperasikan beberapa SPBU selama 24 jam. Kebijakan tersebut dinilai mampu mengurangi antrean pengisian bahan bakar sehingga distribusi logistik menjadi lebih lancar.
Salah seorang sopir truk angkutan sembako rute Palembang–Jawa, Dodit, mengatakan sebelum kebijakan itu diterapkan, dirinya kerap mengantre hingga delapan sampai sembilan jam hanya untuk mendapatkan solar. Kondisi tersebut menyebabkan jadwal pengiriman barang sering terlambat dan waktu tempuh perjalanan menjadi tidak efisien.
"Kalau dulu kami bisa mengantre sampai delapan sampai sembilan jam hanya untuk mengisi solar. Sekarang antrean sudah jauh berkurang, apalagi dengan bertambahnya jam layanan dan adanya SPBU yang beroperasi 24 jam, jadi pengisian bahan bakar lebih cepat,"kata Dodit.
Dodit menambahkan, kendala memperoleh solar lebih sering dialami di wilayah Sumatera. Sementara saat memasuki Pulau Jawa, pasokan bahan bakar dinilai lebih mudah diperoleh sehingga distribusi barang dapat berlangsung lebih lancar.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memperpanjang jam operasional pengisian Biosolar di sejumlah SPBU menjadi pukul 21.00 hingga 05.00 WIB sebagai upaya mengurai antrean kendaraan angkutan barang. Kebijakan tersebut kemudian diperkuat dengan pengoperasian beberapa SPBU selama 24 jam guna mendukung kelancaran distribusi logistik di Sumatera Selatan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan kelancaran arus distribusi barang, mengurangi waktu tunggu pengemudi truk, serta menjaga ketersediaan pasokan logistik bagi masyarakat.










