TVRINews, Sumatera Selatan
Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang mengapresiasi prestasi MIN 1 Palembang yang berhasil meraih posisi runner-up Liga Merah Putih Seri Nasional 2026. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti potensi talenta sepak bola usia dini di Kota Palembang mampu bersaing di tingkat nasional.
MIN 1 Palembang harus puas menempati posisi kedua setelah kalah tipis 1-2 dari tim asal Magelang pada partai final yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat.
Ketua Askot PSSI Palembang, Muhammad David, mengatakan keberhasilan MIN 1 Palembang menembus final kompetisi tingkat nasional merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kota Palembang dan Sumatera Selatan.
"Jadi, kita Askot Kota Palembang sangat mengapresiasi kinerja dan kerja keras anak-anak yang mengikuti Liga Merah Putih ini. Salah satu kebanggaan buat kita sendiri, warga Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang. Melihat talenta muda kita ini berhasil ikut di kancah nasional dan bisa mendapatkan runner-up itu sudah cukup luar biasa," ujar David saat diwawancarai TVRINews.com di Sekretariat PSSI Palembang, Minggu, 11 Oktober 2026.
Menurut David, prestasi tersebut harus menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus berlatih, mengasah kemampuan, dan mengembangkan bakat sepak bola yang dimiliki.
Ia berharap para pemain MIN 1 Palembang tidak cepat berpuas diri dan menjadikan pencapaian ini sebagai modal untuk meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi mendatang.
"Ke depannya anak-anak dari MIN 1 ini dapat kembali berusaha dan mengembangkan lagi bakat sepak bolanya sehingga yang akan datang bisa mendapatkan juara satu," katanya.
Bukti Potensi Sepak Bola Usia Dini Palembang
David menilai keberhasilan MIN 1 Palembang melaju hingga partai final Liga Merah Putih Seri Nasional 2026 menjadi salah satu indikator positif perkembangan pembinaan sepak bola usia dini di Kota Palembang.
Meski masih berada di jenjang sekolah dasar, para pemain mampu menunjukkan potensi dan bersaing dengan tim dari berbagai daerah di tingkat nasional.
"Kalau kita lihat bahwa sudah ada peningkatan, apalagi di usia dini ini masih tingkat sekolah dasar. Meski masih di sekolah dasar, mereka sudah menunjukkan potensinya sebagai pemain sepak bola," jelasnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan Kota Palembang memiliki bibit-bibit pesepak bola potensial yang berpeluang membawa nama daerah ke tingkat nasional.
"Berarti sepak bola di usia dini di Kota Palembang sudah mulai menunjukkan taringnya dan menunjukkan talenta-talenta terbaiknya di kancah nasional," ucapnya.
Pembinaan Berkelanjutan Perlu Diperkuat
Meski mengapresiasi pencapaian tersebut, David mengingatkan bahwa tantangan berikutnya adalah mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi para pemain melalui pembinaan yang serius dan berkesinambungan.
Menurutnya, atlet usia dini yang telah menunjukkan kemampuan di tingkat nasional perlu mendapatkan perhatian khusus agar perkembangan mereka dapat terus terjaga.
"Kalau untuk masalah bertahan, mereka harus tetap melakukan pembinaan secara serius lagi. Dan juga mendapatkan perhatian khusus, apalagi para atlet-atlet sepak bola usia dini ini sudah berhasil ke kancah nasional," tuturnya.
David juga berharap pemerintah terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sepak bola usia dini. Menurutnya, perhatian sejak awal menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan atlet yang kelak mampu mengharumkan nama daerah.
"Harapan kita pihak pemerintah juga tetap harus memperhatikan atlet-atlet usia dini ini, karena mereka adalah salah satu bibit-bibit yang akan menunjukkan dan bisa mengharumkan nama daerah," pungkasnya.
Prestasi MIN 1 Palembang di Liga Merah Putih Seri Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia dini di Kota Palembang. Dengan dukungan berbagai pihak dan program pembinaan yang berkelanjutan, talenta muda daerah diharapkan mampu meraih prestasi lebih tinggi di kompetisi nasional mendatang.










