TVRINews, Palembang
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Selatan mengambil langkah taktis dengan membidik industri waralaba (franchise) sebagai motor penggerak penciptaan wirausaha baru sekaligus solusi konkret untuk memperluas lapangan kerja lokal. Komitmen tersebut mengemuka dalam agenda Kick Off Kadin Sumsel Expo 2026 yang digelar di Main Atrium Palembang Square Mall, Selasa, 11 Agustus 2026.
Di hadapan para pelaku usaha dan calon investor, Ketua KADIN Sumsel Affandi Udji memaparkan optimismenya bahwa skema waralaba merupakan salah satu jalur yang rasional bagi masyarakat yang ingin terjun ke dunia bisnis.
Potensi ekonomi daerah yang digawangi sektor UMKM di Sumsel tergolong masif. Berdasarkan catatan KADIN Sumsel, dari total 7.500 anggotanya, sekitar 80 persen merupakan pelaku UMKM yang dinilai memiliki potensi besar untuk naik kelas melalui sistem waralaba yang terstandarisasi.
Namun, KADIN menyadari bahwa membuka keran investasi saja tidak cukup. Tantangan klasik, seperti minimnya pengalaman manajerial dan ketakutan akan kegagalan usaha, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Menjawab tantangan tersebut, KADIN Sumsel mendobrak batas birokrasi konvensional dengan membentuk task force khusus di 17 kabupaten/kota.
"Ini peluang besar, terutama bagi pengusaha pemula. KADIN tidak hanya sekadar membuka pameran, tetapi membentuk task force khusus di 17 kabupaten/kota untuk sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan," ujar Affandi.
Komitmen KADIN tidak berhenti pada seremoni penandatanganan kontrak kemitraan. Affandi menegaskan, pihaknya memberikan jaminan kepastian bagi para investor lokal (franchisee) agar bisnis yang dirintis tidak berjalan setengah-setengah.
Pendampingan berkelanjutan menjadi hal penting agar para wirausahawan baru mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan pasar.
Fenomena bisnis waralaba di Tanah Air kerap diwarnai tren instan, seperti menjamurnya gerai kuliner atau minuman kekinian yang melonjak tajam dalam waktu singkat, tetapi kemudian meredup dengan cepat.
Menanggapi fenomena naik-turun tersebut, Affandi memberikan catatan kritis sekaligus solutif bagi para pelaku bisnis.
Menurutnya, kunci utama ketahanan sebuah waralaba terletak pada inovasi yang berkelanjutan. Tanpa terobosan untuk menjaga kestabilan pasar, bisnis sekuat apa pun momentumnya akan sulit bertahan dalam jangka panjang.
Hingga saat ini, sektor kuliner serta layanan pendidikan skala kecil masih tercatat sebagai primadona investasi yang paling diminati di Bumi Sriwijaya.
Senada dengan hal tersebut, CEO Myevent selaku penyelenggara IFBEX, Ira Karen, menepis kekhawatiran sebagian calon investor terkait anggapan bahwa sistem waralaba membatasi ruang gerak kreativitas. Sebaliknya, kepastian standar operasional prosedur (SOP) justru berfungsi sebagai benteng pengaman utama investasi.
"Sejak awal, prospektus dan SOP dari franchisor sudah terukur jelas. Investor tidak perlu khawatir soal perubahan menu atau sistem secara sepihak karena semua hak dan kewajiban disepakati di awal," jelas Ira.
Sebagai tindak lanjut dari kick off yang digelar hari ini, KADIN Sumsel bersama para pemangku kepentingan bersiap menyambut puncaknya pada gelaran Kadin Sumsel Expo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 15–18 Oktober 2026.
Ajang tersebut diproyeksikan menghadirkan 52 stan dengan skala bisnis yang beragam. Menariknya, sektor yang terlibat tidak lagi didominasi F&B (food and beverage), tetapi juga merambah sektor jasa, layanan perbankan, hingga ritel modern.
Pameran ini diyakini akan menjadi katalisator bagi arus investasi baru di Sumatera Selatan. Terlebih, sejumlah stimulus kemitraan siap ditawarkan kepada calon investor, mulai dari pembebasan biaya kemitraan (free fee), diskon investasi, hingga dukungan pembiayaan khusus dari sektor perbankan.
Melalui sinergi erat antara KADIN, pemerintah, penyedia waralaba, dan investor lokal, industri waralaba di Sumatera Selatan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tren gaya hidup berbisnis. Industri ini diharapkan bertransformasi menjadi pilar strategis penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus pencipta lapangan kerja baru.








