TVRINews, Sumatera Selatan
Jembatan Ampera berubah menjadi lautan kebaya pada Minggu 19 Juli 2026 pagi. Ribuan perempuan mengenakan Kebaya Nasional dipadukan dengan wastra nusantara, termasuk Songket Palembang, mengikuti Parade Kebaya dan Wastra yang digelar di kawasan ikon Kota Palembang tersebut.
Parade berlangsung meriah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memadati kawasan Car Free Day (CFD). Selain menjadi hiburan akhir pekan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengatakan parade kebaya memberikan warna baru bagi masyarakat yang berolahraga di kawasan CFD.

"Rangkaian kegiatan ini sangat bagus. Selain menyehatkan, masyarakat yang mengikuti CFD juga mendapatkan hiburan dari peserta parade kebaya," ujarnya.
Parade turut diikuti Hj. Lidyawati Cik Ujang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang Royani Aprizal Hasyim.
Menurut Dewi, sejumlah kegiatan yang digelar secara bersamaan di kawasan Jembatan Ampera dan Jalan Jenderal Sudirman membuat suasana akhir pekan di pusat kota semakin semarak. Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan dan ketertiban agar seluruh rangkaian acara berlangsung lancar.
Ia juga menilai kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang melalui kegiatan tersebut mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dampak positif itu dirasakan para pedagang yang berjualan di sekitar lokasi acara. Salah satunya Kodri (42), yang mengaku penjualannya meningkat seiring ramainya pengunjung.
"Alhamdulillah lancar, semua pedagang mendapatkan berkah dari kegiatan ini. Semoga ke depan acara seperti ini terus dikembangkan dan semakin ramai diikuti masyarakat," kata Kodri.










