TVRINews, Palembang
Suasana penuh khidmat, rasa syukur, dan kebanggaan menyelimuti perayaan Hari Jadi ke-7 Asosiasi Pengusaha Kuliner (Aspenku) Sumatra Selatan. Perjalanan panjang selama tujuh tahun ini menjadi bukti nyata konsistensi organisasi dalam membina, mendampingi, dan memajukan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang kuliner.
Hingga usia yang ketujuh ini, Aspenku Sumsel mencatatkan pencapaian gemilang dengan menaungi lebih dari 500 anggota UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Sumatra Selatan, khususnya Kota Palembang. Angka ini bukan sekadar statistik kuantitatif, melainkan cerminan dari geliat ekonomi kerakyatan yang tangguh, adaptif, dan terus bertransformasi di tengah dinamika zaman.
Puncak perayaan HUT ke-7 ini turut dihadiri oleh para tokoh penting daerah, pelaku usaha, serta tamu undangan terhormat. Kehadiran Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Sulaiman Amin, serta Ketua Aspenku Sumsel, Bunda Rayya, memberikan warna tersendiri serta menegaskan pentingnya sinergi strategis antara pemerintah dan asosiasi pelaku usaha.
Dalam sambutannya, Ketua Aspenku Sumsel, Bunda Rayya, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan organisasi yang dipimpinnya. Ia mengenang bagaimana Aspenku berdiri dari sebuah gagasan sederhana untuk menyatukan para pengusaha kuliner lokal yang kala itu berjuang sendiri-sendiri menghadapi tantangan pasar.
"Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. Dari sebuah langkah kecil penuh keraguan, kini Aspenku Sumsel telah bertransformasi menjadi rumah besar bagi lebih dari 500 UMKM kuliner. Ini adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan semangat gotong royong seluruh anggota yang tidak pernah lelah berinovasi," ungkap Bunda Rayya, dikutip Sabtu, 19 September 2026.
Ia menambahkan, di usianya yang ketujuh ini, tantangan yang dihadapi UMKM semakin kompleks. Jika di awal pendirian fokus utama adalah legalitas dan perizinan dasar, kini tantangan bergeser ke arah digitalisasi, standardisasi produk, dan perluasan akses pasar lintas daerah. Karena itu, Aspenku berkomitmen untuk terus mendampingi para anggotanya agar tidak tertinggal di era ekonomi digital.
Berbagai program pelatihan telah digagas oleh Aspenku Sumsel, mulai dari pelatihan pengemasan (packaging) yang menarik, manajemen keuangan sederhana, higienitas pangan (food safety), hingga strategi pemasaran digital melalui media sosial dan platform pesan-antar makanan. Hal ini terbukti ampuh mendongkrak omset para pelaku UMKM, bahkan di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif.
Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha: Apresiasi Pj Sekda Palembang
Sementara itu, Pj Sekda Kota Palembang, Sulaiman Amin, yang hadir mewakili pemerintah kota, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Aspenku Sumatra Selatan. Pemerintah Kota Palembang menilai bahwa keberadaan Aspenku memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, penyerapan tenaga kerja, serta pelestarian warisan kuliner khas Palembang.
Dalam arahannya, Sulaiman Amin menekankan bahwa sektor kuliner merupakan salah satu pilar utama penggerak ekonomi Kota Palembang. Dengan predikat Palembang sebagai kota wisata sejarah dan kuliner—terkenal dengan pempek, model, tekwan, hingga berbagai hidangan tradisional lainnya—peran pengusaha kuliner sangat vital dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Atas nama Pemerintah Kota Palembang, saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ketujuh kepada Aspenku Sumsel. Angka 500 UMKM bukan jumlah yang kecil. Ini adalah kekuatan ekonomi riil yang langsung menyentuh kesejahteraan masyarakat," ujar Sulaiman.
Pemerintah Kota Palembang, lanjut Sulaiman, siap terus membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya. Ia mengajak Aspenku untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai event pariwisata daerah, bazar UMKM, serta pameran nasional maupun internasional.
Pemerintah juga berkomitmen untuk mempermudah akses perizinan usaha, sertifikasi halal bagi produk kuliner anggota Aspenku, serta penyediaan ruang-ruang publik bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka.
Memasuki tahun ketujuh ini, Aspenku Sumsel mengusung tema penguatan daya saing melalui inovasi dan digitalisasi. Di era modern, kualitas rasa saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan pasar. Konsumen masa kini menuntut transparansi informasi produk, kebersihan, kemasan yang ramah lingkungan, serta kemudahan bertransaksi secara non-tunai (cashless).
Bunda Rayya menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong para pelaku UMKM binaannya untuk mengadopsi teknologi digital dalam operasional sehari-hari. Pelatihan literasi keuangan digital dan penggunaan platform e-commerce menjadi kurikulum wajib dalam setiap agenda pembinaan Aspenku. Dengan cara ini, produk-produk kuliner lokal asal Palembang tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu merambah pasar ekspor.
Selain itu, aspek kualitas dan higienitas menjadi perhatian serius. Aspenku bekerja sama dengan instansi terkait secara berkala menyelenggarakan penyuluhan tentang keamanan pangan (food safety) guna memastikan setiap produk yang dijual aman, sehat, dan layak dikonsumsi oleh masyarakat luas.
Harapan dan Langkah Ke Depan
Perayaan HUT ke-7 Aspenku Sumsel ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, serta penyerahan penghargaan kepada sejumlah pelaku UMKM berprestasi yang dinilai konsisten menjaga kualitas produk serta aktif berkontribusi dalam kegiatan organisasi.
Melalui momentum hari jadi ini, baik Bunda Rayya maupun Sulaiman Amin berharap agar soliditas antaranggota Aspenku semakin erat. Kolaborasi yang harmonis antara quadruple helix—yakni unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan komunitas—harus terus diperkuat demi mewujudkan ekosistem wirausaha yang berkelanjutan di Sumatra Selatan.
Dengan fondasi yang telah dibangun selama tujuh tahun terakhir dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang, Aspenku Sumsel optimis dapat melangkah lebih jauh, mencetak lebih banyak wirausahawan sukses, serta membawa kuliner khas Sumatra Selatan semakin berkibar di kancah nasional maupun internasional.










