TVRINews, Palembang
Tumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan di Kota Palembang mulai diarahkan menjadi sumber energi listrik. Melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sampah rumah tangga kini memiliki nilai manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung proyek PSEL di Palembang, Rabu, 4 November 2026.
Proyek dengan nilai investasi hampir Rp3 triliun tersebut kini telah memasuki tahap uji coba operasional atau commissioning. Bahkan, listrik yang dihasilkan sudah tersambung ke jaringan PLN.
Zulkifli Hasan mengungkapkan, produksi listrik dari pengolahan sampah tersebut telah melampaui target awal. Dari target 17,7 megawatt (MW), saat ini PSEL Palembang mampu menghasilkan 18,6 MW dan diproyeksikan meningkat hingga 20 MW saat beban puncak.
"Ini sudah commissioning, sudah percobaan jalan. Perlu sedikit lagi penyempurnaan. Insyaallah Desember sudah 100 persen dan bisa kita resmikan," ujar Zulkifli Hasan.
Menurutnya, keberadaan PSEL memberikan manfaat besar, tidak hanya dalam mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Setiap harinya, sekitar 1.100 ton sampah yang diangkut Pemerintah Kota Palembang dapat diolah menjadi energi. Dengan demikian, sampah yang sebelumnya berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, risiko kebakaran, emisi gas metana hingga persoalan mikroplastik dapat ditangani melalui teknologi pengolahan.
Listrik yang dihasilkan juga diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 14.000 hingga 15.000 rumah tangga. Selain itu, proyek ini diproyeksikan menyerap 500 hingga 1.000 tenaga kerja lokal.
"Bayangkan, yang tadinya masalah yang menimbulkan dampak lingkungan luar biasa, sekarang menjadi listrik. Semua menjadi positif melalui teknologi," kata Zulkifli.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan bahwa progres pembangunan PSEL saat ini telah mencapai 98,5 persen. Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut dapat diresmikan langsung oleh Presiden RI pada 8 Desember 2026.
Untuk memastikan keberlanjutan operasional, Pemkot Palembang juga terus memperkuat sistem pengangkutan sampah. Saat ini, pengangkutan sampah telah mencapai sekitar 1.100 ton per hari.
Meski demikian, masih dibutuhkan tambahan 171 unit armada pengangkut sampah. Pemprov Sumatera Selatan telah memberikan dukungan, sementara Pemkot Palembang juga mengajukan tambahan 50 unit armada kepada pemerintah pusat.
Dengan hadirnya PSEL, Palembang diharapkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah perkotaan sekaligus memperkuat ketersediaan energi melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.









