TVRINews, Lampung
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung telah menyalurkan sekitar 200 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau hingga awal Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengatakan distribusi air bersih diprioritaskan ke wilayah yang mengalami krisis air, yakni Kelurahan Way Laga di Kecamatan Sukabumi serta Kelurahan Pidada di Kecamatan Panjang.
Menurut Idham, selama 10 hari terakhir BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga. Armada mulai beroperasi sejak pagi hingga sore hari, dengan waktu pelayanan sekitar tiga jam di setiap titik distribusi.
Selain itu, BPBD menyiagakan personel selama 24 jam untuk menerima permintaan bantuan air bersih dari masyarakat. Warga yang membutuhkan bantuan diminta menyampaikan permohonan melalui pamong setempat, seperti ketua RT, ketua RW, atau lurah, agar dapat segera ditindaklanjuti.
"Kami rutin mengirim dua mobil tangki setiap hari ke wilayah yang terdampak kekeringan. Apabila masyarakat membutuhkan air bersih, cukup menghubungi pamong setempat, kemudian akan diteruskan kepada BPBD untuk segera kami layani," ujar Idham, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia juga mengimbau masyarakat menyiapkan tempat penampungan air berkapasitas besar, seperti toren, drum, atau wadah lainnya sebelum mobil tangki tiba. Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat proses pendistribusian air bersih.
Di samping itu, masyarakat diharapkan menggunakan air secara hemat dan bijaksana agar ketersediaan air tetap terjaga selama musim kemarau.
BPBD Kota Bandar Lampung berharap penyaluran air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga kondisi kekeringan berakhir.









