TVRINews, Palembang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan membekali nelayan dengan pengetahuan mengenai cuaca dan kondisi perairan melalui kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan dalam membaca informasi cuaca sebagai salah satu upaya menjaga keselamatan saat melaut.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa, 27 Oktober 2026, dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri dari penyuluh dan nelayan di Kota Palembang.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memahami informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan. Kondisi angin, gelombang, serta perubahan cuaca menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan nelayan sebelum menentukan waktu untuk melaut.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, S. Siswanto, menjelaskan bahwa pemahaman terhadap informasi cuaca menjadi bekal penting bagi nelayan dalam mengantisipasi potensi risiko di perairan.

“Bagi nelayan, memahami kondisi cuaca sebelum melaut merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan. Informasi mengenai angin, gelombang, dan kondisi cuaca lainnya dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan perjalanan saat melaut,” ujar Siswanto, Selasa, 27 Oktober 2026.
Selain memberikan pemahaman mengenai informasi cuaca, sekolah lapang ini juga diarahkan untuk meningkatkan literasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika di kalangan nelayan. Dengan pengetahuan tersebut, nelayan diharapkan dapat memanfaatkan informasi dan prakiraan cuaca sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum beraktivitas di laut maupun perairan sungai.
Pemerintah Kota Palembang mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan tersebut. Wali Kota Palembang Ratu Dewa diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Isnaini Madani.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Palembang juga menilai pentingnya memperluas pemahaman mengenai informasi cuaca kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan penanganan dampak cuaca, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Salah seorang peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menambah pengetahuan dalam memahami kondisi cuaca sekaligus membantu peserta mengetahui informasi yang perlu diperhatikan sebelum melaut.
Dengan bekal pengetahuan ini, nelayan diharapkan lebih cermat membaca informasi dan prakiraan cuaca, menentukan waktu melaut secara tepat, serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di perairan Sumatera Selatan.
Kepala TVRI Sumatera Selatan, Tubagus M. Yusuf, turut hadir dalam kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan tersebut sebagai bentuk kehadiran TVRI Sumsel dalam mendukung penyebarluasan informasi dan edukasi kepada masyarakat.










