TVRINews, Musi Banyuasin
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tanjung Agung Timur, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan Karhutla oleh Satuan Tugas (Satgas) berjalan optimal sekaligus memastikan kebakaran dapat dikendalikan agar tidak meluas.
Herman Deru menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini dalam menghadapi ancaman Karhutla. Menurutnya, api yang masih kecil akan jauh lebih mudah dikendalikan dibandingkan kebakaran yang sudah meluas.
“Kalau apinya masih kecil, kepedulian kita sudah ada dan masih bisa kita minimalisir. Tetapi kalau sudah besar, penanganannya menjadi jauh lebih sulit,” ujar Herman Deru.
Ia menilai keberadaan personel Satgas di lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan Karhutla. Herman Deru mencontohkan, dalam penanganan kebakaran yang sebelumnya mencapai sekitar 17 hektare, empat helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing.
Namun, pemadaman dari udara hanya mampu menjangkau sekitar 2,5 hektare. Sementara sebagian besar area terbakar harus ditangani secara langsung oleh personel di darat.
“Artinya, peran manusia, dalam hal ini Satgas yang bertugas di lapangan, sangat penting. Karena itu, baik pencegahan maupun penanggulangan harus dilakukan bersama-sama,” tegasnya.
Selain memperkuat kesiapsiagaan Satgas, Herman Deru meminta pemerintah di tingkat desa dan kecamatan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih ketika kondisi cuaca dan lahan berada dalam keadaan kering dan mudah terbakar.
“Kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa membersihkan lahan dengan cara membakar memiliki risiko besar, terutama ketika kondisi cuaca dan lahan sangat mudah terbakar,” jelasnya.
Menurut Herman Deru, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan aparat. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini sekaligus mencegah api meluas.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Satgas, aparat, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, penanganan Karhutla di Sumatera Selatan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Upaya pencegahan menjadi semakin penting mengingat Karhutla tidak hanya mengancam kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi.
Pemerintah daerah pun terus mendorong kesiapsiagaan di lapangan dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar potensi Karhutla dapat ditekan sejak awal.










