TVRINews, Palembang
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menilai operasi pemadaman Satgas Darat Sumsel menunjukkan hasil yang luar biasa.
Apresiasi tersebut disampaikan saat keduanya menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Karhutla bersama Forkopimda Sumsel, tujuh kabupaten/kota prioritas karhutla, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Kantor BPBD Sumsel.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan operasi darat menjadi tumpuan utama dalam penanganan karhutla karena pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) menghadapi keterbatasan pertumbuhan awan hujan. Sementara itu, operasi udara menggunakan helikopter water bombing juga memiliki keterbatasan dalam menjangkau luasan area terbakar.
Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto memberikan apresiasi kepada Satgas Darat Sumsel yang berhasil memadamkan hampir 280 hektare lahan terbakar dalam satu hari.
“Sumatera Selatan kami dengan Bapak Menteri Kehutanan cukup berbangga karena pemadaman hari kemarin yang dilaksanakan oleh operasi darat Satgas Darat Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan hasil yang luar biasa. Hampir 280 hektare lahan terbakar bisa dipadamkan oleh Satgas Darat dalam satu hari,”kata Suharyanto.
Suharyanto meminta seluruh jajaran tidak mengendurkan upaya penanganan karhutla hingga hujan alami kembali turun secara konsisten. Penguatan personel dan peralatan pemadaman juga diperlukan di kabupaten/kota yang menjadi prioritas penanganan karhutla.
Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni mengatakan kunjungannya bersama Kepala BNPB merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat untuk melihat langsung kondisi penanganan karhutla sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
Raja Juli menyampaikan titik api di Sumsel menunjukkan tren penurunan. Namun, seluruh pihak diminta tetap waspada karena berdasarkan informasi BMKG, kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November.
“Kita butuh kedisiplinan untuk tidak membuka lahan, membuka kebun dengan cara membakar. Ini kami sampaikan kepada para petani, masyarakat biasa maupun korporasi,”ungkap Raja Juli.
Ia optimistis sinergi antara Pemprov Sumsel, TNI-Polri, Manggala Agni, BNPB, BPBD, masyarakat peduli api, dan seluruh unsur terkait dapat terus menekan angka karhutla di Sumsel.
Di sisi lain, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam penanganan karhutla di wilayah Sumsel.
“Terima kasih kepada Pak Menteri Kehutanan dan Pak Kepala BNPB atas perhatian, dukungan dan apresiasinya. Ini tentu menjadi semangat bagi kami untuk terus bekerja bersama,”ujar Herman Deru.
Herman Deru menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, pemerintah kabupaten/kota, perusahaan, hingga masyarakat.
Dalam rapat koordinasi tersebut, disepakati penguatan personel Satgas Darat di masing-masing kabupaten/kota prioritas. BNPB juga mendukung pembentukan regu pemadaman yang diinisiasi Kementerian Kehutanan, dengan satu regu terdiri atas 15 personel dan didukung peralatan yang memadai.
Selain penanganan kebakaran, pemerintah terus mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat. Operasi modifikasi cuaca akan kembali dilakukan apabila terdapat potensi pertumbuhan awan hujan.
Pemerintah pusat turut memberikan dukungan melalui Bantuan Presiden senilai Rp30 miliar untuk Pemprov Sumsel. Sejumlah kabupaten/kota juga mendapatkan bantuan, yakni Musi Banyuasin sebesar Rp20 miliar, Ogan Komering Ilir Rp10 miliar, serta Ogan Ilir dan Banyuasin masing-masing Rp15 miliar.
Dengan penguatan koordinasi, personel, dan peralatan, penanganan karhutla di Sumsel diharapkan dapat terus berjalan optimal hingga hujan alami kembali membasahi wilayah Sumatera Selatan.










